Meldingen
Alles wissen
Joonlinepaydayloans
Joonlinepaydayloans
Groep: Geregistreerd
Deelgenomen: 2022-06-03
Nieuw lid

Over mij

 

Joonlinepaydayloans Situs Berita Dunia Terbaru | Sumber Terpercaya | Berita Terkini | Berita Viral | Berita Teraktual | Berita Update 

 

 

Siswi SMA Diduga Curi Card Holder di Mall Bandung

 

Belum lama ini viral video dua siswi berseragam SMA yang kedapatan mencuri card holder atau area kartu. Kejadian itu terekam kamera pengintai CCTV toko.

 

Dalam video yang viral beredar, dituliskan wilayah kejadian di salah satu mal di Bandung, Jawa Barat. Terlihat di dalam video, salah satu siswa keluar mendekati rak area ditaruhnya card holder.

 

“Pelaku datang, ini card holder yang hijau, nampak ya,” ucap orang di dalam video CCTV toko menunjuk card holder berasal dari video viral beredar di sosial media, salah satunya account TikTok Radar Bandung, Selasa (31/5/2022).

 

Sedangkan rekan satunya yang mampir dengan keluar sedang melihat-lihat barang lain yang tersedia di pojokan toko. Kemudian ia pun datang ke temannya yang sedang berada di rak area ditaruhnya card holder.

 

“Taraaaaa, ini (menunjuk card holder yang beralih warna berasal dari hijau jadi hitam) langsung beralih jadi warna hitam dikarenakan yang hijaunya dibawa. Heemm anak kecil, ngapain sih ya Allah,” sambung orang di dalam video.

 

Usai mencuri card holder, siswi SMA berseragam yang Mengenakan cardigan hitam dan tas pink itu pun pergi dengan rekan lainnya yang pada mulanya mampir bersamanya dengan santai.

 

Hingga berita ini ditulis, belum diketahui siapa pelaku tentu pencuri card holder siswi SMA itu dan sudah ditangkap atau belum.

Siswi SMA Diduga Curi Card Holder di Mall Bandung

Sebelumnya, G (17), pelajar salah satu Sekolah Menengah Kejuruan di Kabupaten Kaur kudu duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Kota Bengkulu pada Kamis 17 Februari 2022. G didakwa melanggar Pasal 363 ayat 1 ke 4 KUHP mengenai pencurian dengan pemberatan.

 

Tidak main-main, ancaman hukuman pasal tersebut adalah hukuman 7 th. penjara dikarenakan dia secara sengaja berdua dengan temannya berinisial R terbukti mencuri telpon seluler atau ponsel temannya pada malam hari di kamar kontrakan di kawasan Pintu Batu Kota Bengkulu.

 

Benarkah Pelajar SMK Mencuri Ponsel di Bengkulu?

Benarkah G penjahat, pelaku kriminal yang kudu berhadapan dengan sistem hukum di PN Bengkulu dan terancam hukuman berat? Apakah tidak tersedia kata maaf untuk G? Berikut hasil penelusuran Liputan6.com untuk kasus yang menyita perhatian publik di Bengkulu di dalam lebih dari satu hari ini.

 

G, adalah pelajar SMK di Kabupaten Kaur yang berdampingan langsung dengan Provinsi Lampung. Jarak tempuh berasal dari kediamannya ke Kota Bengkulu memakan kala 6 jam lewat jalur perjalanan darat.

 

G kurang mendapat kasih sayang berasal dari sang Ayah, dikarenakan ibu dan ayahnya sudah berpisah rumah. Ibundanya sendiri, Y, kudu membesarkan dan menyekolahkan 3 orang anak dengan sekuat tenaga.

 

Gio yang praktik magang di salah satu bengkel sepeda motor kudu menggerakkan program magang selama lebih dari satu bulan. Untungnya, bengkel tempatnya magang rela mengeluarkan ongkos untuk menopang pelajar yang mampir berasal dari luar kota untuk sekadar ongkos makan.

 

G mampir dengan B, korban pencurian, ke Bengkulu untuk menggerakkan program Praktik Kerja Lapangan (PKL) sebagai salah satu syarat pelajar SMK di dalam menempuh pendidikan menengah atas.

 

Sumber Liputan6.com menyebutkan, G sempat mengalami sakit dan lebih dari satu kala tidak masuk magang. Artinya, dia tidak mendapat ongkos makan dan kudu mengadu kepada orangtuanya.

 

Ibunda Sakit Dan Mohon Pengampunan

Ibunda G yang termasuk mengalami sakit kudu mampir ke Bengkulu untuk melihat situasi sang buah hati. Karena keterbatasan ekonomi, dia hanya menjenguk dan menitipkan duwit sekadar untuk makan seadanya.

 

“Ibunya hanya meninggalkan duwit 27 ribu rupiah saja, itupun untuk makan selama satu minggu,” mengetahui sumber news Liputan6.com yang tidak rela disebut identitasnya.

 

Menurutnya, apa yang ditunaikan G, dengan mencuri ponsel rekannya itu, tentu saja dikarenakan situasi dan keterpaksaan, dikarenakan tuntutan perut lapar.

 

Setelah G ditangkap dan diperiksa kepolisian, usaha damai sudah dilakukan. Keterangan perdamaian tertanggal 31 Januari 2022 sudah ditandatangani dengan legalitas yang dianggap Ketua RT II, ketua RW 01 dan Lurah Kelurahan Pintu Batu Kota Bengkulu termasuk sudah diserahkan kepada penyidik kepolisian.

 

Ibunda G, Y mendapat kabar lewat saluran telpon bahwa anaknya sudah dipindahkan berasal dari kantor polisi ke Lembaga Pemasyarakatan khusus anak.

 

Dengan situasi yang baru saja sembuh berasal dari sakit, tiba di Bengkulu pada hari Rabu dan terima surat pemberitahuan, bahwa anak kesayangannya bakal diadili di meja hijau PN Bengkulu pada keesokan harinya.

 

“Saya ini orang bodoh tidak mengetahui soal hukum, rela menanyakan kepada siapa dan saya takut salah,” ungkap Y.

 

Dia pun datang ke kantor Kejaksaan Negeri Bengkulu untuk menanyakan dan memohon sehingga anaknya diampuni dan tidak kudu berhdapan dengan persidangan. Karena, dia mengaku sudah menyerahkan surat perdamaian dengan korban. Bahkan sudah mengganti Handphone Budi yang dibelinya dengan harga Satu Juta Tiga Ratus Ribu Rupiah itu.

 

“Pak Jaksa menjelaskan sudah tidak dapat dan meminta kami ikuti saja prosesnya,” ujar Yuliharni.

 

Gunakan Hati Nurani

Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Bengkulu Ricky Ramadhan mengaku sudah berupaya untuk memberlakukan Restorative Justice untuk G. Namun, dikarenakan keterbatasan kala mereka tidak dapat memenuhi prosedur tersebut. Menurutnya, kala penahanan hanya 5 hari. Mereka terpaksa melimpahkan berkas ke pengadilan untuk disidangkan.

 

“Kami berupaya menghubungi keluarga tersangka dan korban, namun kami menanti di dalam 4 hari tidak datang, pada akhirnya berkas kami limpahkan,” mengetahui Ricky.

 

Kepala Kejaksaan Tinggi Bengkulu Agnes Triani turun tangan memisahkan kasus ini. Menurutnya, usaha untuk menambahkan fasilitas Restotayive Justice sudah dilakukan. namun terhalang lebih dari satu hal. Salah satunya adalah ancaman hukuman lebih berasal dari lima tahun. Meskipun sudah tersedia perdamaian dan suratnya sudah diserahkan kepada penyidik kepolisian, namun peraturan kejaksaan, kudu tersedia kesepakatan antara keluarga korban dan tersangka di hadapan Jaksa Penuntut Umum.

 

“Meskipun usaha Restorative Justice gagal, kami pastikan bakal laksanakan penuntutan dengan hati nurani,” janji Agnes Triani. 

Sociale netwerken
Activiteit(en) van het lid
0
Forumberichten
0
Onderwerpen
0
Vragen
0
Antwoorden
0
Vraag reacties
0
Geliked
0
Ontvangen likes
0/10
Waardering
0
Blogberichten
0
Blog reacties
Deel: